belum tercapai sepenuhnya karena masih banyak warga yg masih mementingkan diri sendiri tidak gotong royong contohnya di masyarakat kota, dan sebaliknya di desa gotong royong lebih terlihat, masih adanya bersi tegang setelah terjadinya kesepakatan contohnya pada saat pemilu dll selalu saja ada kasus2, kalua norma2 sudah cukup baik terlaksana norma tsb bisa berlangsung lama jika di setujui oleh banyak pihak dan sudah pasti norma yg sudah tertanam lama sulit untuk di gantikan
belum bisa di sebut multikultural karena tidak sepenuhnya warga indonesia bisa menerima budaya luar dr daerahnya, masih ada yg merasa lebih tinggi, masih ada rasisme, masih ada yg tidak bisa menghargai budaya orang lain, di desa hal tersebut terlihat jelas beda halnya dengan di kota karena di kota seluruh orang dr segala penjuru berkumpul
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Senin, 09 Mei 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
YG Entertainment: HANBIN SHOULDN’T HAVE TO LEAVE IKON
Hello there, I just signed the petition "YG Entertainment: HANBIN SHOULDN'T HAVE TO LEAVE IKON" and wanted to see if you could...
-
Paguyuban Asep Dunia (PAD) , adalah gerakan sosial yang bertujuan mempertemukan para pemilik nama Asep di seluruh Dunia untuk bersilat...
-
1C . menurut saya integrasi di indonesia bisa dikatakan cukup baik , karena sebagian besar warga sudah paham dengan apa maksud sebenarnya da...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar